Andre Andhara

Corporate Training Telah Berubah: Dari E-Learning Menuju “Learning in the Flow of Work”

Corporate Training Telah Berubah: Dari E-Learning Menuju “Learning in the Flow of Work”

Dunia corporate training sedang mengalami transformasi besar. Jika dulu pelatihan difokuskan pada kelas, modul e-learning, atau katalog kursus, kini paradigma tersebut telah bergeser secara fundamental. Menurut Josh Bersin, pakar global di bidang corporate learning, arah pengembangan SDM tidak lagi berhenti pada digital learning — tetapi bergerak menuju “Learning in the Flow of Work.”

Evolusi Corporate Training

Selama tiga dekade terakhir, corporate training telah melalui beberapa fase:

  • E-Learning & Blended (1988–2002) – fokus pada pembelajaran mandiri berbasis katalog online dan desain instruksional.
  • Talent Management (2005) – munculnya learning path dan career track untuk pengembangan karier jangka panjang.
  • Continuous Learning (2010) – pendekatan 70-20-10 mulai populer, mendorong pembelajaran yang lebih berkelanjutan dan kontekstual.
  • Digital Learning (2018) – pembelajaran menjadi mobile, micro, dan berbasis video real-time, didorong oleh desain pengalaman belajar (learning experience).
  • Learning in the Flow of Work (2020–sekarang) – pembelajaran kini terintegrasi langsung dalam aktivitas kerja sehari-hari melalui platform seperti Teams, Slack, atau Salesforce.

Dari Content Delivery ke Performance Support

Bersin menekankan bahwa fase terbaru ini bukan lagi soal bagaimana organisasi menyampaikan pelatihan, tetapi bagaimana pembelajaran mendukung kinerja secara langsung. LMS kini menjadi “invisible,” terintegrasi dalam sistem kerja harian, dan didukung data serta teknologi AI.

Pendekatan ini mengubah fungsi learning dari sekadar training provider menjadi bagian dari business performance system. Dengan kata lain, learning tidak lagi terpisah dari pekerjaan — ia menjadi bagian dari pekerjaan itu sendiri.

Insight dari Riset Global

Beberapa lembaga besar memperkuat arah perubahan ini:

  • Deloitte Human Capital Trends (2019–2024) menegaskan pentingnya pembelajaran yang tertanam dalam pekerjaan (learning in the flow of work).
  • Gartner (2023–2025) menyebut munculnya Learning Experience Platform (LXP) yang menghubungkan karyawan, konten, dan data secara real-time.
  • LinkedIn Learning Report (2025) menyoroti pergeseran menuju AI-powered learning dan skill personalization sebagai kunci strategi L&D masa depan.
  • Harvard Business Review dan McKinsey (2024) menekankan pentingnya embedded learning ecosystem, di mana data, sistem, dan AI bekerja bersama untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual, personal, dan berorientasi hasil bisnis.

Menuju 2026: AI-Powered Learning Ecosystem

Ke depan, organisasi perlu mempersiapkan diri menuju fase baru: AI-powered learning ecosystem.
Dalam fase ini, AI tidak hanya merekomendasikan konten pelatihan, tetapi juga memetakan kebutuhan kompetensi, memberikan umpan balik personal, bahkan membantu manajer membuat keputusan berbasis data terkait pengembangan tim.

Corporate training bukan lagi sekadar “learning event” — tetapi “learning journey” yang terus beradaptasi dengan pekerjaan, teknologi, dan tantangan bisnis.

Bersin, J. (2018–2024). A New Paradigm for Corporate Training: Learning in the Flow of Work.
Deloitte Insights (2019–2024). Building the Learning Organization.
Gartner (2023–2025). Market Guide for Learning Experience Platforms.
LinkedIn Learning Report (2025).
McKinsey & HBR (2024). The State of Organizational Learning in the Age of AI.

.

Share on linkedin
LinkedIn

Get My Books

Dapatkan segera buku Knowledge Management dan Panduan Membangun E-learning Platform