Album Neal Morse – Sola Scriptura

Jika air dianggap sebagai alat pemuas dahaga, untuk menikmatinya mungkin tidak perlu perasa, bahkan warna. Karena memang kebutuhan utama nya sangat jelas. Menghilangkan rasa haus. Begitu pula dengan karya musik. Jika hanya sekedar menjadi penghasil bunyi atau pengiring, komponen yang diperlukan akan lebih sederhana. Tetapi bagaimana dengan orang memiliki ekspektasi lebih dalam menikmati karya musik? orang yang Ingin menikmati keindahan?


Jika air dianggap sebagai alat pemuas dahaga, untuk menikmatinya mungkin tidak perlu perasa, bahkan warna. Karena memang kebutuhan utama nya sangat jelas. Menghilangkan rasa haus. Begitu pula dengan karya musik. Jika hanya sekedar menjadi penghasil bunyi atau pengiring, komponen yang diperlukan akan lebih sederhana. Tetapi bagaimana dengan orang memiliki ekspektasi lebih dalam menikmati karya musik? orang yang Ingin menikmati keindahan?
 
Kita semua tau bahwa enak tidak nya sebuah karya musik sangat dipengaruhi oleh subyektifitas atau selera. Tetapi untuk musik yang artistik bisa dilihat dari dua sisi. Teknik dan musikalitas. Ada yang teknik nya advance tetapi musikalitas nya kurang, atau sebaiknya. Musikalitas bagus, tetapi tekniknya kurang. Musik progressive adalah sebuah sub genre dari musik rock yang menunjukkan kedua faktor tadi. Bukan hanya baik dalam musikalitas, tetapi juga teknik.

Neal Morse adalah pendiri dari band progressive rock asal amerika, Spock’s beard. Morse juga ikut dalam supergroup yg terdiri dari pentolan pentolan band prog terkenal seperti Mike portnoy (ex dream theater), Roine stolt (the flower Kings) Dan Pete trewavas (marilion) yang bernama transatlantic. Pada tahun 2007, Morse merilis album solo nya yang berjudul Sola scriptura. Album ini berisikan 4 lagu. Walau terkesan sedikit jumlah tracknya, durasi dari masing2 lagunya cukup panjang, bahkan Ada yang hampir setengah jam (29 menit 14 detik), judulnya ‘the door’.

Di album ini secara gamblang akan terdengar kedua komponen komponen tadi, teknik dan musikalitas. Secara teknik bermusik, lagu lagu yang Ada di album ini memiliki teknik yang berkualitas. Rhythm maupun melodi. Walau memiliki teknik yang tinggi, Morse cukup mementingkan musikalitas, terbukti dari verse Dan chorus yang melodius.

Walau sudah berusia matang (tahun 2017 dia berusia 57 tahun), Morse dapat memberi bukti bahwa progressive rock will never die. Di malam dingin Dan sunyi, di tengah tengah penulisan buku knowledge management, album ini sangat tepat. Keras lembut, cepat lambat silih berganti mengikuti tema lagu. Karena album ini Pula, jadi timbul keinginan unt mengumpulkan album album Neal Morse yang lain

 
(Dari artikel saya di facebook tgl 1 okt 2017)
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest Post

Get My Books

Dapatkan segera buku Knowledge Management dan Panduan Membangun E-learning Platform