Hari Raya Idul Fitri dirayakan oleh umat islam di seluruh dunia dan dianggap sebagai hari kemenangan, bukan hanya dengan hidangan ‘khas’ nya yaitu ketupat tetapi juga diisi dengan kegiatan saling berkunjung ke tetangga dan sanak saudara untuk saling berma’af-ma’afan. Oleh sebagaian masyarakat kita, pada malam sebelumnya, bahkan dilakukan takbir keliling, sebuah aktivitas yang sudah menjadi budaya. Sebenarnya, apakah makna dari hari yang berbahagia tersebut?

Ada dua hal yang dapat kita ambil dari peristiwa Hari Raya Idul Fitri, yang pertama adalah Hari Raya sesungguhnya merupakan wujud kebahagiaan setelah umat muslim berhasil memenangi ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Yang kedua adalah Idul Fitri yang bermakna ‘kembali kepada asal kejadiannya yang suci’. Bagi umat Islam yang telah lulus melaksanakan Ibadah puasa di Bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci kembali seperti bayi yang baru dilahirkan.

Dalam kehidupan sehari-hari di pekerjaan kita juga menghadapi hal yang kurang lebih sama, yaitu melakukan tugas yang diberikan kepada kita sebagai karyawan. Bukan hanya pekerjaan rutin tetapi juga project-project yang berhubungan dengan target atau tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Jika kita bekerja dengan niat mendekatkan diri kepada Tuhan dan kita melakukannya dengan benar atau tidak melanggar aturan Nya, maka seluruh aktivitas kerja kita bisa dianggap sebagai ibadah.

Project atau tugas yang diberikan kepada karyawan bisa bermacam-macam jenis dan waktunya. Untuk project yang memiliki skala besar, maka pada umumnya akan memakan waktu yang tidak singkat, bisa dalam hitungan minggu, bulan, bahkan tahun tergantung apa yang tertulis dalam rencana kerja perusahaan.

Dalam tahap akhir setiap project (khususnya yang berskala besar), pada umumnya para manajer mengumpulkan pada anggota tim. Moment ini bukan secara resmi untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan, tetapi untuk merayakan pencapaian hasil kerja yang telah dilakukan. Pada umumnya kegiatan ini diadakan di luar lingkungan kerja atau kantor. Rumah makan, karaoke, atau di café seringkali menjadi tempat favorite untuk berkumpul, walaupun sebenarnya untuk merayakan kemenangan atau keberhasilan sebuah project dapat dilakukan dimana saja (di tempat yang lebih sederhana) asal kita mendapatkan rasa kebersamaan.

Menurut Brilliant Living di situsnya http://brilliantlivinghq.com ada 6 manfaat dari merayakan keberhasilan atau celebrating success, yaitu:

1.     Belajar dan beradaptasi.

Dalammoment merayakan keberhasilan, kita bersama anggota tim dapat belajar, apa kegiatan yang bisa mendapatkan hasil dan apa yang tidak.

2.     Membentuk success mindset.

Sebagian besar keberhasilan kita dipengaruhi olehnya. Dalam membentuk success mindset diperlukan kultivasi, dengan teknik seperti afirmasi dan visualisasi. Rayakan sukses walau sekecil apapun karena akan membantu kita mengkultivasi success mindset.

3.     Motivasi.

Sangat berhubungan dengan mindset. Dengan kita merayakan keberhasilan, akan membangun motivasi yang kuat di dalam diri kita

4.     Rasa bahagia.

Salah satu alasan terbaik adalah dalam merayakan keberhasilan karena kita merasa gembira dan senang. Dengan rasa bahagia, kita akan terdorong untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik.

5.     Happy chemicals.

Kita memiliki zat kimia (enzym) di dalam otak kita (neurohappy chemicals) yaitu dophamine. Dophamine ini membuat rasa ‘senang’ atau bahagia sehingga kita cenderung ingin mendapatkan rasa itu kembali. Jadi mengapa kita tidak memanfaatkannya dalam menggapai kesuksesan.

6.     Berbagi kesuksesan.

Sukses bukan hanya tentang kita, tetapi juga orang lain, khususnya anggota tim. Berbagilah.

Mari kita rayakan kemenangan. Di tempat kerja atau di lingkungan sekitar kita. Demi kesuksesan Kita bersama.