Tunggu dulu, jangan menduga-duga bahwa saya adalah orang yang anti perubahan, apalagi sesatu yang berkaitan dengan improvement. Artikel saya di sini konteksnya adalah mengenai art khususnya musik, walau secara filosofi ada juga yang sebaiknya tidak berubah, tapi saya tidak ingin membahasnya di sini. seperti kita ketahui, di channel youtube begitu banyak video yang menampilkan cover sebuah lagu, artinya seseorang menyanyikan kembali karya orang lain yang lagu nya sudah terkenal. Ada yang diubah secara aransemen atau benar-benar meniru gaya asli penyanyi nya. Saya menyukai video-video yang menampilkan karya musik mainstream (pop) yang dibawakan secara jazz. Salah satu penyanyi favorite saya adalah Karen Souza dimana dia membawakan lagu Creep dari Radohead secara Jazz dan begitu menghipnotis saya sehingga pernah saya bawakan lagu tsb dalam latihan bersama teman-teman.

Pagi ini saya melihat postingan seorang teman di Faceboook yaitu sebuah video dari group band yang membawakan lagu favorite saya dari band legendaris yang saya kagumi pula, Pink Floyd. Video yang diambil di outdoor, tengah-tengah hutan lengkap dengan setting instrument musik berikut para pemainnya ini sangat menyentuh. Mungkin karena rasa rindu saya terhadap lagu ini. Saya mencoba mengambil dan memainkan gitar dan memainkan nya. Setelah mendapat nada dasar, saya memcoba untuk memodifikasi beberapa chords, bahkan chords yang digunakan di musik-musik kontemporer dan Jazz agar terdengar lebih 'keren'. Ada insight yang bisa saya sharing. Jika di dalam musik pop atau klasik perubahan chords terlihat begitu nyata (drastic), di dalam jazz, cukup berbeda. perpindahan beberapa chords bisa di eksekusi hanya dengan menggeser satu nada. Bahkan dua - tiga chords yang berbeda bisa dirangkum dengan satu chords saja. Contohnya adalah sebuah lagu dengan chords E minor lalu pindah ke G major lalu ke A minor. Guess what, di dalam aransemen jazz, itu semua bisa diwakili dengan hanya satu chords, yaitu chords G major seventh atau Gmaj7.

Oke kita kembali lagi ke make over lagu, ya. Setelah saya coba aransemen, malah lagunya semakin tidak enak didengar. Aneh lah, pokoknya. Ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama memang kompetensi atau skill aransemen saya yang belum tajam, atau memang saya orang yang susah move on (dalam hal lagu2 yang penuh kenangan), karena setelah di aransemen, tetap saja saya lebih suka aslinya. Walau hipotesa tadi saya tidak ditindaklanjuti dengan penelitian lebih dalam, dari pengalaman ini saya mengambil keputusan bahwa sesuatu memang tidak untuk dirubah. (Ingat, ini konteksnya karya musik lho).

Demikian sharing saya hari ini. Seperti halnya musik dari Metallica. sudahlah... tidak harus di aransemen, memang style mereka (thrash metal) sudah sedap di nikmati... apa adanya. Berikut ini saya play music, metallica style