Change Management adalah sebuah proses terstruktur dan sistematis untuk membantu transisi individu, tim kerja, ataupun organisasi dari sebuah kondisi ke arah tujuan yang diinginkan (wikipedia).Di dalam buku “Influencer: The Power to Change Anything" (Patterson, Grenny, Maxfield, and McMillan, 2007) menyebutkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk perubahan yang signifikan. Di dalam buku tersebut tertulis beberapa tools yang dibutuhkan dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan bisnis ataupun personal, dengan cara yang positif dan sistematis. Jika ingin membuat perubahan menjadi sesuatu yang tidak dapat kita hindari, kita harus mengetahui bagaimana memotivasi dan mengaktifkan kebiasaan yang tepat, bukan hanya sekedar mengubah proses, teknologi atau struktur organisasi.

Untuk mempelajari mengapa sebuah perubahan dapat sukses dilakukan kita perlu mengenal apa saja sumber pengaruh yang paling berdampak pada kebiasaan manusia. Adapun sumber pengaruh tersebut antara lain adalah:
1) Nilai-nilai (value)
2) Keterampilan (skill),
3) Dukungan (support),
4) Kerjasama Tim (teamwork),
5) Insentif atau
6) Lingkungan.

Dalam hal perubahan perilaku, biasanya kita berasumsi akan dua hal, yaitu kurangnya motivasi dan kurangnya penghargaan (reward). Pada kenyataannya ada 6 (enam) faktor yang mempengaruhi seseorang untuk berubah:

1. Motivasi Pribadi
Tantangannya adalah bagaimana kita dapat membangkitkan semangat, mengatasi  keengganan atau ketidakinginan berbuat / melakukan sesuatu untuk mencapai prestasi. Faktor ini lah yang  menjadi sebab utama kendala sebuah perubahan. 

2. Kemampuan diri
Tantangannya adalah bagaimana kita dapat berupaya untuk mendapatkan skill, keterampilan atau keahlian yang dibutuhkan dalam berprestasi. Mungkin saja seseorang sudah memiliki motivasi yang baik, sudah bersemangat, tetapi karena kemampuan diri nya tidak memadai, maka akan hasilnya akan sia-sia. Dalam konteks korporasi,  karyawan yang telah dibangkitkan motivasinya perlu diberikan pendidikan atau pelatihan yang dibutuhkan agar dapat berprestasi.  

3. Motivasi Sosial
Bantuan atau dukungan dari pihak lain juga dibutuhkan untuk mencapai sebuah perubahan. Dalam contoh sehari-hari adalah ketika seseorang ingin berusaha untuk berhenti merokok, tetapi lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Bukannya melarang tetapi malah lebih merangsang untuk mempertahankan kebiasaannya merokok.

Dalam konteks organisasi atau perusahaan, karyawan perlu memilih lingkungan yang kondusif. Lingkungan kerja yang mendukung untuk dia berprestasi. Lingkungan yang memiliki energi positif dan optimis, bukan lingkungan kerja dimana teman-teman sekitar nya sering mengeluh dan menjelek-jelekkan perusahaan. Dalam lingkungan yang positif dan optimis, karyawan di sekitar memiliki standar kerja yang cukup tinggi sehingga dapat ‘menekan’ (secara positif) untuk teman-teman kerja lain berubah.

 4. Kemampuan Sosial,
Tahap ini membahas bagaimana kita berupaya untuk menumbuhkan kerjasama tim, saling menyemangati untuk mencapai sukses. Dalam konteks organisasi atau perusahaan, manajemen tetap berupaya untuk memberikan dukungan kepada  karyawan sebanyak mungkin.  

5. Motivasi struktural,
Tahap ini membahas bagaimana perusahaan dapat memberikan reward yang sepadan kepada karyawan yang berprestasi. Dengan adanya regulasi atau aturan resmi yang mengatur sistem penghargaan atau reward system dari perusahaan, karyawan akan lebih termotivasi lagi untuk dapat berprestasi.

6. Kemampuan Struktural, yaitu bagaimana kita berupaya untuk berada di lingkungan fisik yang mendukung. Dalam praktek sehari-hari, untuk dapat merangsang perubahan, perusahaan mengubah tampilan layout kantor, desian interior yang menarik, kenyamanan kerja yang baik, dukungan data yang lengkap, penggunaan sistem informasi dan komputer yang baik dan lain sebagainya

Demikian faktor-faktor yang berhubungan dengan change management di buku “Influencer: The Power to Change Anything". Semoga bermanfaat. Happy Sharing!