Tidak bisa kita pungkiri, chatting via social media seperti whatsapp (WA), FB messenger, LINE atau Telegram adalah bagian dari aktivitas kita sehari-hari, dalam pekerjaan atau hanya sekedar bersosialisasi dengan teman.  Hampir semua orang pengguna gadget, baik tua ataupun muda sangat piawai dalam mengetik teks di gadget atau hape mereka. Bukan hanya sambil duduk, tetapi banyak orang yang dapat melakukan chatting sambil berjalan, mengobrol dengan orang lain atau bahkan yang paling beresiko (berbahaya) adalah sambil mengemudi di atas kendaraan. Seolah-olah jari-jari tangan mereka sudah memiliki fitur otomatis dalam mengetik tanpa dilihat oleh mata. Tetapi sehebat-hebatnya kita berkomunikasi dengan mengetik teks di gadget, kita tetap tidak bisa melakukannya secepat kita dalam berbicara, kan?Saat ini di social media, termasuk aplikasi chat sudah memiliki fitur automatic speech recognition (ASR), yaitu suatu teknologi yang memungkinkan gadget atau komputer dapat menerima input berupa kata-kata yang diucapkan. ASR mengenali dan memahami kata-kata yang diucapkan yaitu dengan cara digitalisasi suara dan mencocokkan sinyalnya dengan pola tertentu yang
teridentifikasi sebagai teks.

Dengan fitur tersebut, jika kita sebelumnya harus menyempatkan waktu beberapa saat mengetik sebuah cerita yang panjang di dalam aplikasi Whatsapp (WA), maka sekarang kita tinggal mengaktifkan fungsi ASR tersebut dan berbicara di gadget atau komputer yang akan menampilkan tulisan teks dari apa yang kita bicarakan. Caranya mengaktifkannya di WA adalah, setelah kita tap textbox, maka akan tampil icon kecil berbentuk microphone. Tinggal tap icon tersebut, maka aktiflah sudah fitur ASR. Karena keterbatasan teknologi atau daya tangkap sinyal audio yang belum sempurna, teks yang keluar belum tentu pas dengan apa yang kita bicarakan (jumlah kata yang dikenal masih terbatas). Tetapi paling tidak, begitu banyak waktu yang bisa kita hemat dalam 'menulis' teks atau chatting di aplikasi. Jika masih ada yang tidak cocok, tinggal kita edit. Hari ini saya tidak masuk kantor karena ada keperluan penting di luar dan saya dengan mudah dapat berkoordinasi mengenai pekerjaan via group WA dengan tim saya di kantor hanya dengan berbicara. Bagaimanapun juga, teks tertulis memiliki peranan penting dalam mendokumentasikan komunikasi sehingga saya lebih nyaman dalam bekerja.

Ternyata, selain dapat digunakan dalam chat, ASR ini juga dapat dimanfaatkan dalam menulis misalnya sebuah menulis artikel, proposal ataupun sebuah memo, apalagi sebagian orang merasa cukup enggan menghabiskan waktu dalam hal mengetik. Dengan menggunakan gadget, kita bisa menulis mengenai sesuatu yang agak panjang dengan sangat mudah. Mari manfaatkan teknologi ini dengan semangat berbagi, menulis tentang pembelajaran yang didapatkan dari sebuah project atau informasi yang berharga bagi orang lain. Tidak ada alasan lagi untuk tidak berbagi pengetahuan (sharing knowledge) di media social atau blog. Sharing is Caring. Mari berbagi!